Kamis, 22 Oktober 2020

Kisah Lama

Iki namanya. Datang memberi suasana berbeda.

Saat itu, hari hari ku dipenuhi olehnya (iki)

Hrapku. Awal yg baik dalam kuliah mngenalnya yg lebih muda dari ku. Dengannya terasa berbeda. Sedikit lebih bersemangat. Dengan setiap ceritanya. 

Setiap akhir perjalanan malam ku dengannya. Hati selalu terucap. Semga ini bukan hari akhir ku bersamanya.

tiga bulan berlalu, rasa yang tak wajar tumbuh beriringan. Enggak mau salah pilih. Enggak mau salah langkah juga. Tugas ku. Mengenali perasaanku. 

Saat ku sadari tentang hati. Ini semakin rumit. Dia yng selalu menyebut nama org lain disetiap obrolannya. Ku coba memahaminya.

Hingga pergi tanpa meninggalkan berita.

Rabu, 14 Oktober 2020

Berdengung

Setiap mencoba menerima hal yang wajar, rasanya hati ini teriris. Rasanya pedih. Seperti luka yang disiram jeruk nipis

Bukan aku mengabaikan waktu. Bukan juga aku sengaja mengulur waktu. 2mnt mampu mengubah moodku berminggu minggu menjadi buruk

Pura pura lupa. Pura pura tidak tau, hanya sekedar menutupi raut agar mata tertahan dari derasnya akibat hujan.

mungkin tidak sedikit juga diluar sana mengalami hal yang sama. Dipatahkan hatinya dari laki” cinta pertamanya. Yang mampu mengubah hidup dalam sekejap. Mengubah kenyataan menjadi seperti mimpi buruk yang tak pernah di inginkan.

Berdengung telingaku mendengar kabarnya. Menangis hatiku atas jwabannya. Teriris kulitku saat dia memilih menutup telfonnya.

01mnt 12dtk

Sabtu, 10 Oktober 2020

Untuk Diri

Kamu itu kejam untuk dirimu sendiri

sedikit peduli itu enggak masalah

hanya sedikit melelahkan

karena semua akan dipertimbangkan

hanya untuk menjaga diri



jangan terlalu dipikirin”

hidup bukan melulu harus memikirkan orang lain tapi juga diri sendiri

yang kau jaga tidak menghargaimu. Tinggalkan saja

tidak ada toleransi untuk menjaga hati

karna kalau sudah sakit. Hanya diri sendiri yang menanggungnya.

tidak akan ada pertolongan apapun untuk bangkit.  Hanya dari diri untuk diri